Senin, 07 April 2014

Muslim harus menjomblo

Muslim Harus Menjomblo ???

 

 

 

   

 

 

Asalamu'alaikum sahabat sekalian ..............

Alhamdulillah diberikesempatan untuk bisa memulai menukilkan perasaan-perasaan yang ada di otakku ini. Sebagai seorang muslim tentunya kita selalu senantiasa ingin memegang teguh ajaran-ajaran, ataupun perintah dari Alloh SWT dan selalu menjalankannya. Yahh itulah yang disebut orang bertaqwa!!! secara devinisi gampangnya ialah kita selalu menjalankan apa-apa yang diperintahkannya dan menjauhi segala larangannya. Akan tetapi yang namanya manusia, yaitu mahluk tengah-tengah dimana diberi 2 kemampuan yaitu sebagai syaitan dan malaikat. Ketika iman sedang nait kita bagaikan malaikat dan ketika iman sedang lemah bak hewan buas yang dikeluarkan dari kerangken, menerkam ke ke segala arah menuruti nafsu liarnya.

 Ketika manusia jadi Malaikat

Sebenarnya tulisan ini mengisahkan perasaan saya kejadiannya berawal dari semasa kuliah dulu, saya termasuk aktivis di tempat saya menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi sewasta. Ketika awal masuk pada saat Masa Orientasi Mahasiswa atau MOSWA, (acara yang di dalamnya bertujuan mengenalkan siswa baru kepada kampus)  di sebuah sesi  acara pengenalan organisasi-organisasi ektrakulikuler di kampus, saya tertarik pada sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yaitu DKM. Singkat cerita di semester awal saya masuk menjadi anggota dan satu tahun berikutnya bahkan saya pun menjadi ketua umum DKM Jundullah ini. Tidak hanya di dalam kampus saya juga sering mengikuti majelis ta'lim yang ada diluar seperti ; Darusy' Syabab, SSG DT (Santri Siap Guna Daruttahuhid) dan yang lainnya. Yah begitulah gambaran diri saya ketika di kampus "bak seorang malaikat", ga kenal yang namanya pacaran ketika teman-teman baik dikelas atau pun di organisasi yang terkena virus merah jambu atau pacaran.

Ketika manusia jadi Syetan
Pada saat masa menjelang kelulusan tiba-tiba saya berhubungan dekat via sms dengan seorang akhwat, usut punya usut slidik punya selidik ternyata dinda ini pernah ngaji bareng sewaktu kecil dan orangnya ada di foto atas salah satunya. Beberapa lapa tak terasa obrolan kami nyambung bahkan kadang kita saling membangunkan untuk sholat malam bergantian melalui miscal, dan dari situ hubungan kami makin dekat. Karena dirasa sangat PDnya dan asyik sampai lupa batasan berkhalwat saya pun memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepadanya. singkat cerita saya pun di tolak, dan selepas itu saya sedikit pataha hati. Alhamdulillah pikir saya setelah beberapa bulan bersyukur karena ditolak wanita, karena ditolak ini akhirnya saya terhindar dari dosa.

Yah begitulah manusia punya dua sisi, yaitu kadang benar dan kadang salah. Hal yang harus disikapi adalah istiqomah di  dalam kebaikan.